Breaking News
Showing posts with label Sastra. Show all posts
Showing posts with label Sastra. Show all posts

Saturday, May 9, 2015

IDEOLOGI SEBAGAI KONTRUKSI LINGUISTIK

RESENSI BUKU AKAR AKAR IDEOLOGI
Judul buku:    Akar-akar Ideologi: Pengantar kajian ideologi dari Plato hingga Bourdieu
Penulis:    Bagus Takwin
Penerbit:    Jalasutra
Tahun terbit:    2003
Tebal buku:    136 halaman

Jika kita menanyakan apa itu ideologi, maka jawaban umum yang didapat biasanya merujuk pada pengertian ideologi sebagai ‘isme’ atau aliran politik. Seperti sosialisme, komunisme, liberalisme, dan konservatisme. Dalam buku Akar-akar Ideologi, penulis menilai hal ini sangat umum terjadi di Indonesia. Sehingga pengertian dan realitas ideologi yang jauh lebih luas menjadi tidak dikenali.
 Dalam buku ini, penulis menjelaskan pengertian ideologi ditinjau dari pendekatan aliran. Pendekatan ini didasarkan pada asumsi bagaimana dan darimana manusia mendapatkan pengetahuan. Maka ideologi dikelompokkan menjadi dua yaitu sebagai seperangkat nilai dan aturan tentang kebenaran alamiah serta universal, sehingga menjadi rujukan bagi tingkah laku manusia. Lain halnya dengan ideologi sebagai studi yang mengkaji ide-ide manusia dari pengalaman hingga membentuk kesadaran yang mempengaruhi tingkah laku.
Ada empat pengertian ideologi dari beberapa tokoh yang dikemas dalam buku ini. Keempatnya menunjukkan bahwa ideologi sebagai konstruksi linguistik. Pertama, menurut Condilac dan De Tracy bahwa ideologi sebagai suatu ilmu tentang ide-ide. Makna ini berambisi untuk memisahkan pengetahuan dari metafisika dan agama serta kepercayaan-kepercayaan lainnya.
Kedua, menurut Marx dan beberapa penerusnya bahwa ideologi sebagai kesadaran palsu. Sehingga menyebabkan manusia mengalami distorsi dalam menangkap dan memahami realitas. Ketiga, menurut Althuser dan Bourdieu bahwa ideologi sebagai suatu ketidaksadaran yang tertanam pada diri manusia. Hal ini sebagai akibat dari adanya berbagai struktur pemikiran. Keempat, dikemukakan Voloshinov bahwa ideologi melalui proses semiotik sehingga mempengaruhi bahasa dan kesadaran manusia. Sedang menurut Barthes ideologi dibentuk oleh proses pemaknaan tanda yang dibekukan.
Penulis mencoba mencari akar-akar ideologi dimulai dari pemikiran filsuf Yunani yang terkenal dengan konsep ‘dunia idea’. Pembaca diajak melihat bagaimana kaitan konsep ideologi yang berkembang hingga awal abad ke-21 dengan pemikiran tokoh-tokoh seperti Plato, Machiavelli, Bacon, Auguste Comte, dan De Tracy. Dari konsep tokoh-tokoh itu kemudian penulis membandingkan  dengan pemikiran Hegel dan Marx.
Kajian ideologi menjadi populer pada pemikiran Marx. Setelah itu bermunculan banyak kajian ideologi, baik dari para pengikut Marx maupun para penentangnya. Dalam buku ini uraian pemikiran ideologi dari Marx dan penerusnya mendapat porsi yang besar karena penjelasan tentang ideologi memang paling banyak dikemukakan oleh kaum Marxis dan Neomarxis.
Plato tidak secara tersurat bicara tentang ideologi. Meski pemikirannya yang berkaitan dengan pembebasan jiwa manusia bisa disetarakan dengan konsep ideologi dari beberapa tokoh sesudahnya. Kritik Marx terhadap ideologi sebagai kesadaran palsu, contohnya apabila diterapkan secara konsisten menggugat pula konsep ‘dunia idea’ dari Plato.
Buku ini memberikan kemudahan bagi pembaca yang ingin mengenal lebih mendalam tentang konsep ideologi secara cepat. Selain bahasanya yang mudah dipahami, penulis juga menyajikannya dengan padat dan sistematis. Setelah membaca buku ini dapat diperoleh gambaran umum tentang peta pemikiran ideologi. Namun, yang menjadi kelemahan, buku ini tidak menyajikan isi secara terperinci dan menyeluruh. Di dalamnya hanya ada cuplikan dari ragam dinamika pemikiran para tokoh. Sehingga tidak dapat dijadikan dasar kerangka berpikir tentang ideologi. Maka untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif pembaca harus mencari studi literatur lain yang lebih luas dan mendalam. (*)

Oleh: Fitri Nurhayati, S.Pd.

Read more ...

Monday, May 4, 2015

SELAMAT JALAN VE

PUISI: Selamat Jalan Ve
Oleh: Firdaus Laili


Hari ini kami berduka
Semua menundukkan kepala
Semua meneteskan air mata
Semua mengirimkan doa

Tak satu pun menyangka
Tak satu pun percaya
Tak kuasa kami mendengarnya
Berharap tidak benar adanya

Isak tangis terus menderu
Semua tenggelam dalam kalbu
Hingga kami mengantarmu
Ke persinggahan terakhirmu

Sungguh...

Kami semua merasa kehilangan
Kau yang selalu memberikan senyuman
Lalu pergi tanpa berpamitan
Selamat jalan Ferry Haryawan




Read more ...

PENGAGUM DI JENDELA

PUISI: Pengagum di Jendela
Oleh: Endah Kurniatun


Aku bisa memandangmu, tapi kamu tidak..
Aku bisa merasamu, tapi kamu tidak..
Aku bisa mendengarmu, tapi kamu tidak..
Aku bisa merindumu, tapi kamu tidak..
    Karena kamu hanya angan..
    Karena kamu hanya asa..
    Aku tahu tak ‘kan pernah menggapaimu..
    Karena aku hanya pengagum di jendela..

Read more ...

ANGKUH LABUH

PUISI: Angkuh Labuh
Oleh:Ana Widya Sofiati



Merutuk sepi di dalam hati
Mencaci nyeri terluka lagi
Ada sebongkah angkuh utuh
Mencibir sinis pada yang berpeluh

Kering kerontang hati tanpa iman
Dirundung pilu tuntutan zaman
Gemuruh tanya membuat jenuh
Kini siapa yang mengeluh?

Terantuk batu baru terasa
Bulir air di sudut mata baru diseka
Tapi siapa yang menyangka
Sedu sedan tanpa makna
Semua sandiwara belaka

Roda berputar seperti komedi putar
Pohon Ek yang menjulang tinggi tetap berakar
Dalamnya lautan pun tetap berdasar

Jangan menghamba pada acuh!
Biarkan angkuhmu berlabuh, musuh!


Read more ...

NADI

PUISI: NADI
Oleh: Sofia


Berdenyut kejut
Berpacu maju
Mengalir segar
Tersambar anggar

Nadi-nadiku bernadi
Bersimbah darah

Bibir mulai komat-kamit
Badan terasa digamit
Nafas bersengal-sengal
Mata terantuk pelan
Denyut tak lagi kejut
Nadi-nadiku tak bernadi lagi
Mati 

Read more ...
Designed By Published. TIM Blogger Pioneer