Breaking News
Showing posts with label Religi. Show all posts
Showing posts with label Religi. Show all posts

Saturday, May 9, 2015

MENUMBUHKAN SEMANGAT DAKWAH BIL QOLAM

Memakmurkan masjid adalah kewajiban bagi setiap muslim. Untuk itulah mahasiswa PPG SM-3T UNY yang beragama muslim mengikuti kajian rutin ba’da subuh setiap Hari Minggu di Masjid Baiturrahman. Mekanisme pengisi kajian diundi dari tiap perwakilan program studi. Adapun untuk pengisi kajian perdana pada tanggal 29 Maret 2015 lalu perwakilan dari Prodi Pendidikan Geografi. Panitia yang mendapat tugas sebagai pengisi kajian harus datang lebih awal. Kali imi Muhammad Latiful Aziz berperansebagai pembawa acara dan Eko Rizqa Sari sebagai pengisi ceramah. Tema yang dibawakan adalah “Menumbuhkan semangat dakwah bil qolam yaitu menyeru (berdakwah) umat manusia menuju kebaikan.”
 

Eko menjelaskan, secara istilah dakwah bil qolam berasal dari dua suku kata yaitu dakwah artinya ajakan dan qolam artinya pena atau tulisan. Sebagaimana firman Allah SWT :
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk (QS. An-nahl : 125).
 
Tidak harus menunggu menjadi ustaz, mubaligh, ulama, atau kyai untuk menyampaikan kebaikan. Namun semua memiliki kewajiban yang sama untuk mengajak seseorang kedalam kebaikan dan menasehati untuk kembali ke jalan yang benar.
 
Selain dakwah dengan cara lisan sebagai akademisi kita bisa menyampaikan dengan tulisan yaitu berupa penulisan artikel Islam yang dapat kita muat di blog, buletin, majalah dan media massa lainnya. Lewat tulisan kita bisa menyampaikan pandangan-pandangan keislaman yang setiap waktu bisa diakses dan dibaca bagi siapa saja, karena media massa dapat dijadikan sebagai alat efektif untuk membentuk opini publik (public opinion), bahkan mempengaruhi orang secara kuat dan massif. (Amin)
Read more ...

PROFESIONAL DENGAN MEMBACA AL QURAN

Mengukur keprofesionalan dengan ukuran dunia tentu akan berbeda ketika membandingkan dengan keprofesionalan kita dalam urusan akhirat. Di dunia kita selalu tertantang untuk bekerja seprofesional mungkin, karena tujuan yang kita inginkan nampak terlihat jelas oleh mata. Sedangkan untuk kehidupan akhirat kadang kita beribadah asal-asalan saja karena balasan yang akan kita dapatkan masih terlihat abstrak, tidak seriil di dunia.
 
Disini penulis akan menyampaikan keseimbangan dalam kehidupan akhirat. Di rusunawa PPG ini kita sangat bersemangat untuk belajar ilmu-ilmu dunia. Terkadang sampai lupa waktu. Kewajiban kita mengkaji ilmu agama sedikit terabaikan. Kita merasa kekurangfasihan kita membaca Al Qur’an bukanlah hal yang perlu dipermasalahkan. Padahal Al Qur’an lah petunjuk utama kita untuk menjadi manusia yang benar-benar profesional dalam kehidupan dunia dan akhirat.

 Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Dalam Hadits yang lain :
“Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur’an adalah seperti buah Utrujjah yang baunya harum dan rasanya enak. Perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah kurma yang tidak berbau sedang rasanya enak dan manis. Perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur’an adalah seperti raihanah yang baunya harum sedang rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti hanzhalah yang tidak berbau sedang rasanya pahit.” (Riwayat Bukhari & Muslim)
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الـم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ.
“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan ‘Alif Lam Mim’ satu huruf, tetapi ‘Alif’ satu huruf, ‘Lam’ satu huruf, ‘Mim’ satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi). 
Abu Umamah meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, 
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ.
“Bacalah Al-Qur'an, karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.” (HR. Muslim). 

Sebagai seorang muslim kita tidak hanya dituntut untuk menguasai keahlian dalam bidang tertentu saja tetapi juga ilmu tentang agama. Dalam Kurikulum 2013 misalnya, sangat ditekankan aspek religiusitas dan afektif. Darimanakah seorang pengajar muslim mendapatkan referensinya. Tentu saja dari Al Qur’an. Disanalah semua sumber kebajikan dan ilmu pengetahuan bermula. Nah, apa jadinya jika kita tidak bisa membaca Al Qur’an dengan lancar. Tentu saja akan mengurangi keprofesionalan kita sebagai seorang guru.
 
Sebelum terlambat, mari terus belajar memperbaiki kualitas diri kita. Jangan pernah merasa lelah belajar dan mengkaji Al Qur’an. Wallahu A’lam Bis Shawaab. (Zaenal Arifin)
Read more ...

KEBANGKITAN SANG JURU SLAMAT

Bagi umat Kristiani, Paskah merupakan sebuah momentum penting untuk mengenang sengsara, wafat dan kebangkitan Sang Juru Slamat. Rangkaian peristiwa Paskah ini dimulai dari hari Kamis hingga hari Minggu. Kamis Putih, merupakan peringatan peristiwa perjamuan terakhir Yesus bersama murid-muridNya. Dalam perjamuan terakhir ini, Yesus membasuh kaki murid-muridNya sebagai wujud pelayanan terakhir di dunia sebelum kematianNya.
 
Jumat Agung, merupakan peringatan sengsara dan wafat Yesus di atas kayu salib di Golgota. Pada ibadah Jumat Agung ini, umat Kristiani biasa menyelenggarakan Jalan Salib sebagai refleksi sengsara Yesus sebelum wafat di Golgota.
 
Pada penyelenggaraan Jalan Salib ini, terdapat 14 perhentian mulai dari Yesus di hukum mati, memanggul salib, jatuh untuk pertama kalinya, dan berjumpa dengan ibu-Nya. Dia ditolong oleh Simon dari Kirine dan wajahNya diusap oleh Veronika. Hingga saat Yesus jatuh untuk kedua kalinya. 

Kemudian ia menghibur perempuan-perempuan yang menangisi-Nya. Tak berhenti sampai disitu, Yesus jatuh untuk ketiga kalinya. PakaianNya ditanggalkan kemudian Dia disalibkan hingga wafat di kayu salib. Setelah itu Yesus diturunkan dari salib untuk dimakamkan.
 
Sabtu sunyi, merupakan hari berkabung bagi umat Kristiani atas kematian Yesus.
Selanjutnya Minggu Paskah, merupakan peringatan atas kebangkitan Yesus di antara orang mati. Pada hari inilah seluruh umat Kristiani bersukacita karena sang Juru Slamat telah bangkit.
Rangkaian peristiwa dari Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Sunyi hingga Minggu Paskah inilah yang diperingati oleh umat Kristiani sebagai peristiwa Paskah, sengsara, kematian Yesus untuk menebus dosa umatNya dan bangkitnya sang Juru Slamat di antara orang mati yang menunjukkan ke IlahianNya. (*)
Read more ...
Designed By Published. TIM Blogger Pioneer